Kaltim Masuk 10 Provinsi Percontohan
Kepala
Biro Humas Setdaprov Kaltim H Syafranuddin didampaingi Kepala Bagian Kerja Sama
Biro Humasprov Kaltim Inni Indarpuri
beserta stafnya
SAMARINDA-Provinsi Kaltim bersama 9 provinsi
lainnya yaitu Jambi, Banten, Jatim, Jabar,
DIY, Sulsel, NTB, Kepulauan Riau dan Bali masuk sebagai provinsi percontohan
identifikasi potensi ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan kerjasama daerah untuk mendukung pembangunan daerah,
yang akan dilaksanakan Pusat Fasilitasi
Kerja Sama Sekretariat Jenderal
Kementerian Dalam Negeri.
Penegasan tersebut dijelaskan Kepala Sub Koordinator Perencanaan Kerja
Sama, Pusat Fasilitasi Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendagri Anang H,
didampingi Kepala Sub Koordinator
Informasi dan Dokumentasi Pusat Fasilitasi Kerja Sama Sekretariat Jenderal
kemendagri Hennry H, saat beraudiensi persiapan pelaksanaan identifikasi
potensi ekonomi daerah, bersama Kepala
Biro Humas Setdaprov Kaltim H Syafranuddin didampaingi Kepala Bagian Kerja Sama
Biro Humasprov Kaltim Inni Indarpuri
beserta stafnya, yang berlangsung di Ruang
Rapat Biro Humasprov Kaltim, Selasa (9/03/2021).
Dikatakan,
sebagaimana diamanatkan UU Nomor 23 tahun 2014 pasal 363 ayat 1, bahwa
dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan.
Melalui identifikasi potensi ekonomi daerah
yang akan dilakukan Pusat Fasilitas Kerja Sama Kemendagri pada sepuluh provinsi percontohan,
diharapkan dapat membuka cakrawala pemikiran pemerintah daerah untuk dapat
memahami arti penting dan manfaat analisis potensi ekonomi yang dimiliki, sehingga dapat menjadi bekal
dalam pembangunan daerah kearah yang lebih baik.
“Kita harapkan dengan adanya indetifikasi
potensi ekonomi ini, dapat mendorong pemerintah daerah, baik kaltim maupun
provinsi lainnya, untuk bersama-sama
mengetahui potensi ekonomi yang dimiliki, sehingga bisa dikerjasamakan, sehingga dapat
mendapatkan hasil yang maksimal dalam rangka pembangunan di daerah,”kata Anang.
Dalam pertemuan tersebut, Syafranuddin sangat
mendukung identifikasi potensi ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan kerja
sama untuk mendukung pembangunan daerah yang akan dilaksanakan oleh Pusat
Fasilitasi Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendagri di Provinsi Kaltim.
“Kegiatan ini sangat kita dukung, karena analisis tersebut diharapkan dapat
menguraikan potensi-potensi daerah menjadi penunjang daya saing dalam
pembangunan, kahusunya dalam menyongsong pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang
baru di benua etam,” kata Syafranuddin.
Dalam pertemuan
tersebut juga dibahas berbagai persiapan sosialisasi pelaksanaan identifikasi potensi ekonomi daerah di Provinsi Kaltim, yang rencananya akan dilaksanakan pada
tanggal 9 sampai 11 Juni 2021.(mar/poskotakaltimnews.com)